Thursday, January 31, 2013

Serunya Project Citizen


*flashback masa-masa SMP
                                                                 ---------------------
Pertama kali mendengar project citizen sebenarnya aku dan teman-teman bingung, apalagi project citizen berada di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, meskipun keseharian aku melakukan praktek kewarganegaraan namun, Pendidikan Kewarganegaraan dianggap membosankan dengan pasal-pasal dan teori yang aku tidak mengerti. Ketika mendapat penjelasan singkat, aku mengerti bahwa Project Citizen membantu kita untuk mempelajari dan Praktek langsung Pendidikan Kewarganegaraan dengan berpartisipasi langsung dalam penyelesaian masalah publik di lingkungan sekitar kita.
Proses pertama dari Project ini tentu saja pembagian kelompok,
 di kelasku ada tiga puluh tujuh orang , maka empat kelompok dengan masing-masing delapan atau tujuh , dipimpin seorang ketua kelompok dan dengan satu orang yang bertugas menghubungkan antar satu kelompok dengan kelompok yang lain. Ketika itu, Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengusulkan empat masalah yang nanti akan dibahas dan menjadi pokok utama project ini. Lebih seru dan menyenangkan ketika pemungutan suara, pencapaian suara dari kelompok satu dan kelompok empat berselisih sangat sedikit, ketika dibuka satu persatu kertas suara yang diisi oleh masing-masing individu, sorak sorai menjatuhkan dan membaganggakan antar kelompok menyatu. Dan akhirnya, pemenang dari perselisihan ini adalah masalah yang diajukan kelompok satu. Banjir.
Tahap Kedua… Setelah Banjir menjadi pembahasan yang akan di bahas pada project ini, masing-masing kelompok di berikan tugas pokok yang berbeda-beda. Namun, meskipun tugas masing-masing kelompok berbeda-beda, namun saling berkaitan erat.
Tugas masing-masing kelompok pada project citizen adalah…
1. Kelompok 1 : Merumuskan dan membuat latar belakang masalah serta menjelaskan tentang masalah yang sedang di bahas pada project,
2. Kelompok 2 : Memberikan dan mengusulkan beberapa alternatif pemecahan masalah utama untuk selanjutnya di pilih dan dianalisis oleh kelompok 3,
3. Kelompok 3 : Memilih, menetapkan dan menganalisis satu masalah yang telah dipilih Dari kelompok 2,
4. Kelompok 4 : Menentukan rencana aksi dari alternatif pemecahan masalah yang diberikan oleh kelompok 3.
Nah, masing-masing kelompok di berikan tugas untuk membuat sebuah media untuk di presentasikan dan media tersebut telah ditentukan sebelumnya, seperti kardus dan dengan hiasan pinggir yang sama pada semua kelompok untuk menjadikan identitas yang mudah dikenal bagi media ini ketika dikumpulkan. Namun, dalam penempatan dan penyesuaian hiasan, masing-masing kelompok berhak mengatur dan mengindahkan medianya masing-masing.
Bukan hanya pembuatan media untuk Presentasi, masing-masing kelompok pun harus mengumpulkan hasil penelitian, hasil pembicaraan, hasil wawancara dan hasil dari pencarian di media massa, semua itu dikumpulkan dan selanjutnya dibukukan sebagai hasil laporan yang diperuntukkan menjelaskan akan apa yang ada dimedia presentasi dan untuk memperjelas apa yang kelompok bahas pada presentasi.
Rasa kekeluargaan sangat terasa pada model pembelajaran ini, sejak awal dimulai hingga akhir, apa lagi sejak awal pembuatan media presentasi dan laporan yang dibukukan itu. Aku di kelompok 4 yang menjadi ketua sangat ingin menciptakan hasil yang simple, namun mudah difahami… maka, pada media presentasi kami, kami menggunakan kertas sisa dan alat-alat yang lama untuk menghias, dan menutupi kekurangan dengan keterbatasan. Membuat laporan yang dibukukan apa lagi serunya,seru banget… Inilah hal yang paling menarik sebenarnya, membuat laporan, harus menggunakan survei langsung dan beberapa wawancara serta mencari sumber di beberapa media. Ketika ingin, mewawancara, hujan… dan ketika ingin survei langsung kebetulan sekali hujan lebat yang membuat sekolah tergenang, serta penncarian sumber dimedia yang selalu salah… meskipun dalam keluarga tidak selalu harmonis, namun ketidak harmonisan itu akan selalu menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi masa depan kami kelak dan akan menjadi kenangan yang selalu manis untuk dikenang.
Ketika berpresentasi, sebelumnya kami menampilkan yel-yel untuk memeriahkan suasana… dan ketika berpresentasi, masing-masing kelompok mempunyai ciri masing-masing dalam menyampaikan hasilnya. Apa lagi kelompknya febriatun istianah yang membuat mulas para pendengar dengan logat kampng pulo asli, juri saja sampai terbahak. Dan di akhir presentasi kami semua. Juri membacakan nilai, alhamdulillah kelompok 4 yang meskipun kellompok terakhir menjadi kelompok nilai tertinggi.
Seru deh belajar dengan model pembelajaran Project Citizen ini, sekali belajar kita bisa sekalian belajar pelajaran lain...diantaranya...
1. Belajar Bahasa Indonesisa, soalnya kan ketika mempresentasikan hasil dari penelitian kita harus memiliki kemampuan bahasa yang bisa membuat para pendengar mengerti dan memahami apa yang kita sampaikan
2. Belajar KTK, Untuk membuat panel yang menarik perhatian dan bisa dinikmati ketika kita sedang mempresentasikannya, kita harus membuat hiasan dan menyusunnya dengan indah, maka dari itu keterampilan sangat di butuhkan dalam pembuatan panel ini.
3. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, Secara tidak langsung dengan kita merundingkan dan menyelesaikan serta mencari solusi untuk memecahkan masalah banjir ini untuk kemaslahatan bersama, kita telah membuat suatu interaksi sosial di masyarakat, paling tidak lingkup kelas (misalnya).
4. Praktek langsung Akidah Akhlak, Ta'awun atau tolong-menolong dapat diterapkan pada project ini.
5. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan alam, pada pembahasan kelas 9.1 MTs Attaqwa 03 Babelan, kami membahas masalah banjir dengan alternatif Lubang tresapan Biopori, maka kita secara tidak langsung belajar ilmu pengetahuan alam, kami belajar bagaimana biopori terbentuk, dan lain sebagainya.
6. Mempraktekan langsung Pendidikan KewargaNegaraan, ya disinilah nikmatnya ber-project... aku yang sebelumnya sangat tidak menyukai pasal-pasal yang banyak itu, kini aku perlahan menyukainya. Ketika dibaca dan difahami ternyata seru juga, apalagi ketika menyambungkannya dengan suatu masalah yang berkaitan dengan masalah yang sedang kita teliti... Sahabatku, kalian harus mencobanya... ^_^
Sekarang, setelah mempelajarinya aku dan teman-teman berbalik arah menjadi sangat menyukai pelajaran pendidikan kewarganegaraan… pertama kami bayangkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan itu memosankan, tetapi karena kami langsung mempraktekannya, kamii serasa terlibat langsung dalam suatu masalah dan berusaha menyelesaikannya, tapi memeang nyatanya seperti itu.. hehehehe