*flashback masa-masa SMP
---------------------
Pertama kali mendengar project citizen sebenarnya aku dan
teman-teman bingung, apalagi project citizen berada di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan,
meskipun keseharian aku melakukan praktek kewarganegaraan namun, Pendidikan
Kewarganegaraan dianggap membosankan dengan pasal-pasal dan teori yang aku
tidak mengerti. Ketika mendapat penjelasan singkat, aku mengerti bahwa Project
Citizen membantu kita untuk mempelajari dan Praktek langsung Pendidikan
Kewarganegaraan dengan berpartisipasi langsung dalam penyelesaian masalah
publik di lingkungan sekitar kita.
Proses pertama dari Project ini tentu saja pembagian
kelompok,
di kelasku ada tiga
puluh tujuh orang , maka empat kelompok dengan masing-masing delapan atau tujuh
, dipimpin seorang ketua kelompok dan dengan satu orang yang bertugas
menghubungkan antar satu kelompok dengan kelompok yang lain. Ketika itu, Setiap
kelompok diberikan kesempatan untuk mengusulkan empat masalah yang nanti akan
dibahas dan menjadi pokok utama project ini. Lebih seru dan menyenangkan ketika
pemungutan suara, pencapaian suara dari kelompok satu dan kelompok empat
berselisih sangat sedikit, ketika dibuka satu persatu kertas suara yang diisi
oleh masing-masing individu, sorak sorai menjatuhkan dan membaganggakan antar
kelompok menyatu. Dan akhirnya, pemenang dari perselisihan ini adalah masalah
yang diajukan kelompok satu. Banjir.
Tahap Kedua… Setelah Banjir menjadi pembahasan yang akan di
bahas pada project ini, masing-masing kelompok di berikan tugas pokok yang
berbeda-beda. Namun, meskipun tugas masing-masing kelompok berbeda-beda, namun
saling berkaitan erat.
Tugas masing-masing kelompok pada project citizen adalah…
1. Kelompok 1 : Merumuskan dan membuat latar belakang
masalah serta menjelaskan tentang masalah yang sedang di bahas pada project,
2. Kelompok 2 : Memberikan dan mengusulkan beberapa
alternatif pemecahan masalah utama untuk selanjutnya di pilih dan dianalisis
oleh kelompok 3,
3. Kelompok 3 : Memilih, menetapkan dan menganalisis satu
masalah yang telah dipilih Dari kelompok 2,
4. Kelompok 4 : Menentukan rencana aksi dari alternatif
pemecahan masalah yang diberikan oleh kelompok 3.
Nah, masing-masing kelompok di berikan tugas untuk membuat
sebuah media untuk di presentasikan dan media tersebut telah ditentukan
sebelumnya, seperti kardus dan dengan hiasan pinggir yang sama pada semua
kelompok untuk menjadikan identitas yang mudah dikenal bagi media ini ketika
dikumpulkan. Namun, dalam penempatan dan penyesuaian hiasan, masing-masing
kelompok berhak mengatur dan mengindahkan medianya masing-masing.
Bukan hanya pembuatan media untuk Presentasi, masing-masing
kelompok pun harus mengumpulkan hasil penelitian, hasil pembicaraan, hasil
wawancara dan hasil dari pencarian di media massa, semua itu dikumpulkan dan
selanjutnya dibukukan sebagai hasil laporan yang diperuntukkan menjelaskan akan
apa yang ada dimedia presentasi dan untuk memperjelas apa yang kelompok bahas
pada presentasi.
Rasa kekeluargaan sangat terasa pada model pembelajaran ini,
sejak awal dimulai hingga akhir, apa lagi sejak awal pembuatan media presentasi
dan laporan yang dibukukan itu. Aku di kelompok 4 yang menjadi ketua sangat ingin
menciptakan hasil yang simple, namun mudah difahami… maka, pada media
presentasi kami, kami menggunakan kertas sisa dan alat-alat yang lama untuk
menghias, dan menutupi kekurangan dengan keterbatasan. Membuat laporan yang
dibukukan apa lagi serunya,seru banget… Inilah hal yang paling menarik
sebenarnya, membuat laporan, harus menggunakan survei langsung dan beberapa
wawancara serta mencari sumber di beberapa media. Ketika ingin, mewawancara,
hujan… dan ketika ingin survei langsung kebetulan sekali hujan lebat yang
membuat sekolah tergenang, serta penncarian sumber dimedia yang selalu salah…
meskipun dalam keluarga tidak selalu harmonis, namun ketidak harmonisan itu
akan selalu menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi masa depan kami
kelak dan akan menjadi kenangan yang selalu manis untuk dikenang.
Ketika berpresentasi, sebelumnya kami menampilkan yel-yel
untuk memeriahkan suasana… dan ketika berpresentasi, masing-masing kelompok
mempunyai ciri masing-masing dalam menyampaikan hasilnya. Apa lagi kelompknya
febriatun istianah yang membuat mulas para pendengar dengan logat kampng pulo
asli, juri saja sampai terbahak. Dan di akhir presentasi kami semua. Juri
membacakan nilai, alhamdulillah kelompok 4 yang meskipun kellompok terakhir
menjadi kelompok nilai tertinggi.
Seru deh belajar dengan model pembelajaran Project Citizen
ini, sekali belajar kita bisa sekalian belajar pelajaran lain...diantaranya...
1. Belajar Bahasa Indonesisa, soalnya kan ketika
mempresentasikan hasil dari penelitian kita harus memiliki kemampuan bahasa
yang bisa membuat para pendengar mengerti dan memahami apa yang kita sampaikan
2. Belajar KTK, Untuk membuat panel yang menarik perhatian
dan bisa dinikmati ketika kita sedang mempresentasikannya, kita harus membuat
hiasan dan menyusunnya dengan indah, maka dari itu keterampilan sangat di
butuhkan dalam pembuatan panel ini.
3. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, Secara tidak langsung
dengan kita merundingkan dan menyelesaikan serta mencari solusi untuk
memecahkan masalah banjir ini untuk kemaslahatan bersama, kita telah membuat
suatu interaksi sosial di masyarakat, paling tidak lingkup kelas (misalnya).
4. Praktek langsung Akidah Akhlak, Ta'awun atau
tolong-menolong dapat diterapkan pada project ini.
5. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan alam, pada pembahasan kelas
9.1 MTs Attaqwa 03 Babelan, kami membahas masalah banjir dengan alternatif
Lubang tresapan Biopori, maka kita secara tidak langsung belajar ilmu
pengetahuan alam, kami belajar bagaimana biopori terbentuk, dan lain
sebagainya.
6. Mempraktekan langsung Pendidikan KewargaNegaraan, ya
disinilah nikmatnya ber-project... aku yang sebelumnya sangat tidak menyukai
pasal-pasal yang banyak itu, kini aku perlahan menyukainya. Ketika dibaca dan
difahami ternyata seru juga, apalagi ketika menyambungkannya dengan suatu
masalah yang berkaitan dengan masalah yang sedang kita teliti... Sahabatku,
kalian harus mencobanya... ^_^
Sekarang, setelah mempelajarinya aku dan teman-teman
berbalik arah menjadi sangat menyukai pelajaran pendidikan kewarganegaraan…
pertama kami bayangkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan itu memosankan,
tetapi karena kami langsung mempraktekannya, kamii serasa terlibat langsung
dalam suatu masalah dan berusaha menyelesaikannya, tapi memeang nyatanya
seperti itu.. hehehehe
