demi bunga sakura yang mekar di kala senja
tetaplah dalam tekadmu sekuat baja
meski api menyala di ufuk dunia
tetapkanlah itiqomah dalam dada
biarkan orang lain berkata apa
biarkan orang lain berbuat apa
tetap datang pada-Nya kapanpun juga
tetap tatap wajah-Nya bagaimanapun warna mata
merah karena terlalu banyak mengeluarkan air mata
perih karena terlalu sering tergores jubah
sungguh
kau kira kau siapa
siapa yang dapat menghilangkan bebanmu jika bukan Sang Maha Kuasa
tak perlu kau mencari manusia
karena setiap manusia samasama memiliki masalah dunia
mengapa kau tak menghilang saja
pergi bertemu Tuhan-Mu yang penuh Cinta
mengapa kau diam saja
diammu bukan menjadi emas untuk mereka
mereka yang katamu sangat ingin kau buat bahagia
maka bergeraklah
asal dhuha hiasi pagimu yang selasa
asal tahajjudmu terpatri dalam gulita
sekali kali tasbih kau bangun lantas berdoa
agar lapang hatimu dengan cinta
agar terang hatimu dengan cahaya
cahaya dari pencipta yang selalu memberi semua hal indah
untuk kita rasakan di bumi-Nya yg dihamparkan sehampar-hamparnya
sungguh
demi sakura yang mekar dikala senja
tetap teguhkan hatiku untuk terjaga
menjaga hati dan dirimu dari rayuan dunia
seorang wanita
kehormatan adalah segala galanya
jadi jika itu sudah hilang sebelum haknya
masih adakah yang membuat kita berharga?
selalu berdoa pada Yang Kuasa
agar selalu sucikan hati dan tubuh dari perbuatan tercela
lindugi dari sentuhan manusia yang belum menjadi mahrom kita
sungguh
jika kehormatan sudah tidak dijaga
apa yang membuat kita berharga
apa yang membuat kita mencium bau syurga
jika belum kita merasakan menjadi istri yg sholehah
jika kita belum sempat merasakan menjadi ibu yang dapat membuat jundi jundi yang senantiasa mengingat Allah disetiap helaan nafasnya
yang dapat menjadi pelita dalam kuburan kita
aduhai celakalah kita
jika Allah tak mengizinkan kita mencium bau syurga
tetaplah dalam tekadmu sekuat baja
meski api menyala di ufuk dunia
tetapkanlah itiqomah dalam dada
biarkan orang lain berkata apa
biarkan orang lain berbuat apa
tetap datang pada-Nya kapanpun juga
tetap tatap wajah-Nya bagaimanapun warna mata
merah karena terlalu banyak mengeluarkan air mata
perih karena terlalu sering tergores jubah
sungguh
kau kira kau siapa
siapa yang dapat menghilangkan bebanmu jika bukan Sang Maha Kuasa
tak perlu kau mencari manusia
karena setiap manusia samasama memiliki masalah dunia
mengapa kau tak menghilang saja
pergi bertemu Tuhan-Mu yang penuh Cinta
mengapa kau diam saja
diammu bukan menjadi emas untuk mereka
mereka yang katamu sangat ingin kau buat bahagia
maka bergeraklah
asal dhuha hiasi pagimu yang selasa
asal tahajjudmu terpatri dalam gulita
sekali kali tasbih kau bangun lantas berdoa
agar lapang hatimu dengan cinta
agar terang hatimu dengan cahaya
cahaya dari pencipta yang selalu memberi semua hal indah
untuk kita rasakan di bumi-Nya yg dihamparkan sehampar-hamparnya
sungguh
demi sakura yang mekar dikala senja
tetap teguhkan hatiku untuk terjaga
menjaga hati dan dirimu dari rayuan dunia
seorang wanita
kehormatan adalah segala galanya
jadi jika itu sudah hilang sebelum haknya
masih adakah yang membuat kita berharga?
selalu berdoa pada Yang Kuasa
agar selalu sucikan hati dan tubuh dari perbuatan tercela
lindugi dari sentuhan manusia yang belum menjadi mahrom kita
sungguh
jika kehormatan sudah tidak dijaga
apa yang membuat kita berharga
apa yang membuat kita mencium bau syurga
jika belum kita merasakan menjadi istri yg sholehah
jika kita belum sempat merasakan menjadi ibu yang dapat membuat jundi jundi yang senantiasa mengingat Allah disetiap helaan nafasnya
yang dapat menjadi pelita dalam kuburan kita
aduhai celakalah kita
jika Allah tak mengizinkan kita mencium bau syurga

0 comments:
Post a Comment